Harga Tiket Masuk Lawang Sewu Terbaru Oktober 2022

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu, HTM : Rp 10.000 – Rp 30.000, Jam Buka : 08.00 WIB – 17.00 WIB, Lokasi : Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50132, Telepon : 0243542015.

Harga tiket masuk Lawang Sewu – Semarang adalah ibu kotanya Jawa Tengah. Semarang bahkan menjadi kota terbesar kelima di Indonesia. Di kota Semarang ini, ada banyak sekali destinasi wisata, mulai dari objek wisata alam, religi dan sejarah. Salah satu objek wisata sejarah Semarang yang cukup terkenal adalah Lawang Sewu yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu Terbaru

Bangunan sejarah di Semarang ini dibangun pada tanggal 27 Februari 1904 sebagai kantor pusat NIS, salah satu perusahaan kereta api di Hindia Belanda. Bangunan ini memiliki jendela yang tinggi dan lebar, seperti pintu sehingga masyarakat setempat menyebutnya ‘Lawang Sewu’ yang berarti ‘seribu pintu. Lalu  berapa harga tiket masuk ke Lawang Sewu ini?

Mengenal Bangunan Lawang Sewu

Meski bangunan wisata ini dinamakan dengan Lawang Sewu, nyatanya bangunan tersebut hanya memiliki 429 pintu. Untuk waktu yang lama, bangunan dengan seribu pintu ini tidak dikelola.

Namun akhirnya bangunan ini pada akhir Juni 2011 direnovasi dan dibuka kembali untuk umum. Ya, tepatnya kawasan wisata ini dibuka kembali pada 5 Juli 2011.

Dikarenakan gedung Ladang Sewu ini t dibangun sebagai kantor pusat NIS, sejarah dari bangunan ini tidak bisa dipisahkan dari perkeretaapian di Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini digunakan sebagai kantor perkeretaapian Indonesia atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu

Tiket masuk wisata Lawang Sewu adalah Rp. 10.000 untuk dewasa, Rp. 5.000 untuk pelajar dan anak-anak. Jika ingin masuk ke ruang bawah tenah dikenakan biaya Rp. 30.000/orang dan untuk pemandu wisata Rp. 30.000.

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu
Tiket Masuk DewasaRp20.000
Tiket Masuk Anak-anakRp10.000
Tiket Masuk Wisatawan MancanegaraRp30.000

Gedung wisata ini juga terbilang besar dan memiliki desain yang khas pula. Semua desain arsitekturnya didasarkan pada bangunan Belanda. Hal yang baik dari Lawang Sewu adalah strukturnya terletak di pinggir jalan, sehingga cukup terlihat dan mudah diakses.

Selama akhir pekan atau hari libur, beberapa pemandu wisata ilegal terlihat di pintu masuk gedung. Meskipun mereka menawarkan layanan pemandu yang bagus, mereka sering mengenakan biaya terlalu tinggi! Jadi, wisatawan harus bisa bernegosiasi terlebih dahulu sebelum menggunakan layanan tersebut.

Jam Buka

Para pengunjung yang ingin berkunjung ke Lawang Sewu bisa berkunjung ke tempat ini setiap hari. Wisata ini di buka dari mulai pagi hingga malam hari.

Jam Buka
Jam Buka Weekday08.00 – 17.00 WIB
Jam Buka Weekend08.00 – 20.00 WIB

Sejarah Lawang Sewu

Kebanyakan orang yang datang ke Lawang Sewu memiliki motif yang sama dalam mengunjungi situs tersebut. Apa itu? Mereka ingin mempelajari sejarah bangunan tersebut. Menurut warga sekitar, gedung tersebut pernah digunakan sebagai markas PT KAI (Perusahaan Kereta Api Indonesia).

Bahkan, pada masa pemerintahan Belanda, digunakan sebagai kantor. Saat itu, ia menjadi saksi mata konflik antara Indonesia dan Belanda. Sebagai informasi, pembangunannya dimulai pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Arsiteknya orang Belanda dan itulah yang menjelaskan mengapa desainnya mewakili bangunan Eropa.

Selain itu Bangunan megah di Semarang ini juga pernah digunakan sebagai Kantor Prasarana Kodam dan Kanwil Kemenhub Jawa Tengah. Sementara pada masa perjuangan, gedung tersebut menjadi saksi bisu pertempuran 5 hari di Semarang. Dengan demikian, Pemerintah Kota Semarang pada tahun 1992 memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan bersejarah di Semarang yang harus dilindungi.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Lawang Sewu

tempat wisata yang memiliki bangunan yang sangat besar, serta banyak pintu ini tentu banyak hal dan juga keresuan yang bisa di lakukan pengunjung ketika berada disini. beberapa aktivitas seru tersebut yaitu.

Belajar Sejarah Bangunan

Belajar Sejarah Bangunan

Nah, karena Lawang Sewu adalah kereta api di Semarang, Anda akan menemukan banyak bangunan dengan latar belakang pembuatan kereta api sejak pertama kali. Anda juga bisa belajar sejarah mengenai kemunculan bangunan ini.

Selain berjalan-jalan sambil mempelajari beberapa jenis gerbong dan lokomotif, ada juga bangunan misterius yang juga menyajikan sejarah kereta api dalam bentuk film yang bisa Anda nikmati.

Eksplorasi Bangunan

Eksplorasi Bangunan

Selain belajar sejarah, biasanya orang datang ke Lawang Sewu untuk melakukan eksplorasi. Bangunan ini terdiri dari banyak ruangan. Di ruang bawah tanah, ada air yang digunakan sebagai penjara saat itu.

Di bagian atas gedung, terdapat sebuah ballroom yang luas. Beberapa kelelawar juga tinggal di ruangan. Bagi wisatawan yang menyukai pengalaman mendebarkan, maka harus mengunjungi Lawang Sewu di malam hari! Nuansanya akan lebih mistis tentunya.

Fotografi

Fotografi

Lawang Sewu adalah sebuah museum dengan juga bentuk bangunan cukup abadi dan artistik. Aktivitas seru lainnya yang bisa Anda coba di tempat ini yaitu fotografi. Wisatawan cukup mengambil foto baik di luar maupun di dalam gedung.

Dimungkinkan sekali untuk menggunakan tempat wisata ini sebagai lokasi memotret gambar sebagai dokumentasi pribadi Anda. Sayang sekali jika melihat tempat-tempat bersejarah tetapi tidak mengambil foto.

Terkadang, pasangan bahkan melakukan sesi foto prewedding di sana. Bagaimanapun, strukturnya cukup berharga sebagai latar belakang fotografi. Ya, selain untuk foto-foto biasa, Anda juga bisa memanfaatkan Lawang Sewu untuk foto prewedding.

Tempat foto prewed yang paling berkesan adalah di aula utama karena lampu-lampu menarik mengelilinginya. Sutradara telah memberikan izin untuk jenis gambar ini, bahkan dapat digunakan untuk tempat syuting sinetron. Jika Anda ingin menggunakan halaman bbangunan ini, Anda harus menghubungi supervisor terlebih dahulu dan dikenakan biaya.

Lokasi Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di kompleks Tugu Muda, Jalan Pemuda, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di pusat kota Semarang. Jadi, akses menuju objek wisata ini mudah. Tempat wisata ini di buka setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 waktu setempat. Infromasi lebih lanjut silakan menghubungi nomor telepon 0243542015.

Dari pusat kota, wisatawan dapat menggunakan layanan transportasi yang tersedia dan langsung menuju ke Gedung Lawang Sewu. Nantinya, Anda hanya perlu sampai di Desa Sekayu tempat bangunan itu berada. Jangan khawatir. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 11 menit, karena jaraknya 5 km. Adapun rute tercepat adalah Jalan Pandanaran.

Cara Menuju Lawang Sewu

Bagi yang bingung bagaimana cara untuk bisa sampai ke Lawang Sewu, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan :

Bandara Ahmad Yani

Untuk mengunjungi tempat wisata ini bisa dari arah mana pun. Namun, yang jelas Anda harus ke Semarang dulu. Jika Anda memilih pesawat, maka Anda perlu memilih perjalanan ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

Namun, Anda tidak perlu mengakses Stasiun Tawang, cukup berhenti dan turun di halte Pasar Bulu. Anda kemudian tinggal memilih angkot oranye jurusan Karang Ayu dan Anda bisa turun menghadap Lawang Sewu persis. Jika Anda ingin lebih fungsional dan tidak terlalu rumit, Anda bisa naik taksi atau ojek online. Mudah sekali kok mencari ojek online di Semarang.

Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol

Jika Anda memilih kereta api untuk pergi ke Semarang, maka Anda bisa berhenti di jalur Poncol atau bahkan Tawang. Setelah berhenti di jalur tersebut, maka Anda bisa mengunjungi gerbang utama kemudian mencari BRT koridor IV menuju Cangkiran. Setelah itu, Anda bisa minta turun di Lawang Sewu dan BRT akan menurunkan Anda tepat di halte yang pas di tempat wisata ini.

Kalau Anda sedang di Semarang, jangan lupa untuk kunjungi destinasi wisata yang ini karena tempat ini salah satu ikon dari kota Semarang. Dengan harga tiket masuk Lawang Sewu sebesar Rp 30.000 saja, Anda sudah bisa menjelajahi wisata estetik Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: