Sabtu, Februari 24, 2024

Harga Vaksin Rabies Untuk Manusia Terbaru Maret 2024

Harga Vaksin Rabies Untuk Manusia Terbaru – Rabies adalah penyakit serius yang dapat berakibat fatal. Infeksi virus ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan sistem saraf yang berujung pada kematian, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Rabies sendiri disebabkan oleh virus RNA dari famili Rhabdoviridae dan genus Lyssavirus. Virus ini menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi yang masuk ke tubuh melalui gigitan atau kontak langsung dengan luka terbuka atau selaput lendir. Salah satu contoh hewan yang membawa virus rabies adalah anjing, kera, kucing, dan kelelawar.

Harga Vaksin Rabies Untuk Manusia Terbaru Juli 2023

Di Indonesia, rabies atau yang umum dikenal sebagai “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan populasi hewan liar yang tinggi. Dengan tingkat kematian yang signifikan, perhatian terhadap upaya pencegahan dan pengobatan rabies menjadi semakin penting. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang harga vaksin rabies terbaru untuk manusia, sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan bagi individu dan hewan peliharaan. Menyediakan informasi terkini mengenai vaksin rabies adalah upaya kami untuk membantu memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dalam menghadapi ancaman penyakit rabies.

Gejala Rabies Pada Manusia

Gejala Rabies Pada Manusia

Umumnya, gejala rabies mulai timbul dalam rentang waktu 20-90 hari setelah penderita tergigit oleh hewan yang terinfeksi virus rabies. Namun gejala rabies dapat bervariasi bergantung pada tahap penyakit dan karakteristik individu yang terinfeksi. Sebelum gejala muncul, virus akan mengalami masa inkubasi yang bisa berlangsung dalm waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Gejala awal rabies pada manusia biasanya menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Beberapa tahapan umum gejala rabies yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:

Tahap Awal:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Malaise (Merasa mudah lelah)
  • Ketidaknyamanan pada tubuh

Tahap Prodromal (1-3 hari):

  • Gangguan perilaku seperti gelisah atau kecemasan yang tidak biasa.
  • Gatal-gatal atau sensasi terbakar di tempat gigitan

Tahap Akut (2-10 hari):

  • Kesulitan menelan
  • Ketakutan air (hidrofobia)
  • Kejang yang tidak terkendali
  • Agitasi dan kegelisahan
  • Gangguan tidur (Insomnia)
  • Halusinasi
  • Paralisis otot yang progresif

Tahap Terminal:

  • Kehilangan kesadaran dan tidak merespons rangsangan eksternal (koma)
  • Gagal pernapasan
  • Kematian: Rabies pada akhirnya menyebabkan kematian, biasanya karena kegagalan pernapasan.

Penting untuk diingat bahwa gejala rabies dapat bervariasi dan tidak semua gejala tersebut muncul pada setiap individu yang terinfeksi. Pengenalan dini terhadap gejala-gejala ini sangatlah penting untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat dan segera. Rabies merupakan penyakit yang serius dan mematikan, oleh karena itu kesadaran akan gejala-gejala awalnya dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan yang tepat guna melindungi kesehatan dan keselamatan seseorang.

Pengertian Vaksin Rabies

Pengertian Vaksin Rabies

Vaksin rabies merupakan salah satu bentuk perlindungan yang efektif dan aman untuk menanggulangi infeksi virus rabies. Vaksin ini mengandung bagian dari virus rabies yang telah dilemahkan atau dinonaktifkan sehingga tidak menyebabkan penyakit rabies pada penerima vaksin. Ketika vaksin rabies diberikan kepada seseorang, sistem kekebalan tubuh akan mengenali bagian virus tersebut dan memproduksi antibodi untuk melawan virus rabies.

Jika pada suatu saat penerima vaksin terpapar virus rabies, sistem kekebalan tubuh yang sudah terlatih akan langsung merespons dan melawan virus tersebut sehingga mencegah penyakit rabies berkembang. Vaksin rabies dapat diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus, seperti pekerja di bidang kesehatan hewan, pengawas hewan, atau mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis rabies. Selain itu, vaksinasi hewan peliharaan juga menjadi tindakan penting untuk mengendalikan penularan virus rabies dari hewan ke manusia.

Jenis Vaksin Rabies untuk Manusia

Dikutip dari KlikDokter, terdapat dua jenis vaksin anti rabies yang tersedia, yaitu Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR). Keduanya berperan penting dalam melawan penyakit rabies yang mematikan.

Vaksin Anti Rabies (VAR)

Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk imunitas terhadap virus rabies. Vaksin ini memiliki dua macam, yakni Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP) yang digunakan sebagai vaksinasi pencegahan sebelum kemungkinan paparan virus rabies, dan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP) yang berfungsi untuk menghentikan penyebaran rabies setelah seseorang terpapar virus.

Penting untuk dicatat bahwa, seperti yang dikutip dari Kementerian Kesehatan Indonesia, meskipun seseorang telah mendapatkan vaksin PrPP dan terkena rabies, ia tetap membutuhkan vaksin PEP sebagai langkah pencegahan lanjutan.

Serum Anti Rabies (SAR)

Serum Anti Rabies memiliki peran yang berbeda dengan VAR. SAR diberikan untuk menetralisir racun rabies yang ada di dalam tubuh setelah seseorang digigit, dicakar, atau berisiko terkena infeksi rabies dari hewan. Biasanya, SAR hanya disuntikkan sekali di sekitar luka bekas gigitan atau cakaran.

Kedua jenis vaksin ini merupakan langkah penting dalam melawan dan mencegah penyakit rabies yang mematikan. Peran VAR dalam membangun kekebalan tubuh dan PEP sebagai langkah pencegahan setelah kemungkinan terpapar, serta peran SAR dalam menangani toksin rabies setelah terinfeksi, semuanya berkontribusi dalam memberikan perlindungan maksimal bagi individu dari bahaya rabies.

Harga Vaksin Rabies untuk Manusia Terbaru

Harga Vaksin Rabies untuk Manusia Terbaru

Harga vaksin rabies untuk manusia merupakan aspek yang menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap rabies. Sebagai vaksin vital dalam melawan penyakit yang mengancam jiwa ini, harga vaksin rabies dapat mempengaruhi tingkat aksesibilitas dan kesadaran masyarakat dalam melakukan vaksinasi. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesadaran akan pentingnya vaksinasi rabies, dan hal ini juga berdampak pada permintaan akan vaksin. Meskipun demikian, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan dalam menyediakan vaksin rabies dengan harga yang terjangkau.

Nama Penyedia VaksinHarga
RSPI Sulianti Saroso JakartaGratis
RSUD Tarakan JakartaGratis
UPTD Puskesmas Gunungsitoli SelatanGratis
Klinik Raisha (Vaksin Verorab)Rp350.000
Siloam HospitalsRp407.458
ProsehatPaket 4x Vaksin : Rp2.190.000

Harga vaksin rabies untuk manusia dapat bervariasi tergantung pada tempat dan lembaga pemberi layanan kesehatan. Pada beberapa fasilitas kesehatan, vaksin rabies dapat tersedia secara cuma-cuma atau dengan biaya yang relatif rendah, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar virus. Namun, di tempat lain, biaya vaksinasi mungkin lebih tinggi, terutama jika pasien memerlukan perawatan lebih lanjut setelah terpapar virus.

Dosis Vaksin Rabies untuk Manusia

Dosis Vaksin Rabies untuk Manusia

Vaksinasi rabies umumnya dilakukan dalam beberapa tahap, tergantung pada situasi dan kondisi penerima vaksin. Untuk pencegahan pada orang yang berisiko tinggi terpapar virus rabies, seperti pekerja di bidang kesehatan hewan atau mereka yang tinggal di daerah endemis rabies, pemberian vaksinasi biasanya dilakukan dalam bentuk Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP). Vaksinasi ini dapat diberikan sebelum kemungkinan terpapar virus rabies dan biasanya dilakukan dalam beberapa dosis untuk mencapai perlindungan yang optimal.

Sedangkan untuk orang yang telah terpapar virus rabies atau dicurigai telah terpapar, mereka akan menerima vaksinasi dalam bentuk Profilaksis Pasca Pajanan (PEP). Vaksinasi PEP bertujuan untuk mencegah perkembangan penyakit rabies setelah terpapar virus, dan biasanya melibatkan serangkaian dosis vaksin dalam jangka waktu tertentu, misalnya pada hari pertama terpapar, hari ke-3, 7, dan hari ke-14 pasca terpapar. Namun, jika sebelumnya telah memperoleh vaksinasi rabies, maka hanya perlu mendapatkan 2 dosis vaksin rabies pasca terpapar. Untuk orang dewasa, vaksin rabies disuntikkan di area lengan dan untuk anak-anak biasanya disuntikkan di area paha.

Jika ada penundaan atau keterlewatkan dosis vaksin, efektivitas perlindungan terhadap rabies bisa berkurang. Oleh karena itu, penting bagi individu yang menerima vaksinasi rabies untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan dengan teliti dan mematuhi arahan dari petugas kesehatan. Dalam situasi tertentu, seperti perjalanan ke daerah dengan risiko tinggi terhadap rabies atau kemungkinan paparan tinggi terhadap hewan yang berpotensi terinfeksi, konsultasikan dengan petugas kesehatan untuk menentukan jadwal vaksinasi rabies yang sesuai. Dengan penerapan jadwal vaksinasi yang tepat, vaksin rabies dapat memberikan perlindungan yang efektif dan membantu mengurangi risiko penularan penyakit rabies yang serius.

Efek Samping & Risiko Vaksin Rabies

Seperti halnya dengan vaksinasi lainnya, vaksin rabies juga memiliki potensi efek samping dan risiko yang perlu diperhatikan. Meskipun kasus efek samping yang serius sangat jarang terjadi, penting bagi individu yang akan divaksinasi untuk menyadari kemungkinan reaksi yang mungkin timbul setelah penerimaan vaksin rabies.

Beberapa efek samping umum yang dapat terjadi setelah vaksinasi rabies meliputi nyeri pada tempat suntikan, kemerahan, dan pembengkakan. Selain itu, beberapa orang mungkin juga mengalami gejala ringan seperti demam ringan, sakit kepala, atau rasa lelah selama beberapa hari setelah menerima vaksin. Efek samping ini biasanya bersifat ringan dan sementara, dan dapat diatasi dengan istirahat dan perawatan yang sesuai.

Meskipun efek samping umum jarang terjadi, setiap orang yang akan divaksinasi harus memberi tahu petugas kesehatan tentang riwayat alergi atau masalah kesehatan lain yang mungkin dimiliki. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa vaksinasi aman dan sesuai bagi setiap individu. Jika mengalami reaksi alergi yang parah setelah vaksinasi, segera cari pertolongan medis darurat.

Sebagai kesimpulan, vaksin rabies adalah pilihan terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat dari bahaya penyakit rabies. Selain itu, tetap menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan hewan liar juga merupakan langkah pencegahan yang penting. Dengan pemahaman dan tindakan preventif yang tepat, bersama-sama kita dapat menciptakan dunia yang bebas dari ancaman penyakit rabies dan memberikan perlindungan yang baik untuk kesehatan dan keselamatan kita serta hewan peliharaan yang kita sayangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error:
×